Etika Bermedia Sosial

klik disiniPentingnya bijak memilah berita hoaks dalam  Bermedia Sosial

Media soial kini sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat era modern ini yang tak bisa terpisahkan, bahkan ada yang bisa dikatakan sebagai sumber pencarian uang, contohnya seperti pada aplikasi tiktok, banyak selebtok atau selebgram yang berlomba lomba membuat berbagai konten konten viral yang menarik perhatian penonton, dari konten memasak, edukasi, berita-berita terkini, ataupun jogetan-jogetan yang banyak dikontenkan oleh masyarakat. Hal ini menjadi pertimbangan besar bagi kita untuk lebih bijaknya dalam memilah atau menggunakan media sosial, sebab dibalik manfaat yang diperoleh, media sosial juga menghadirkan banyak rintangan bagi kita dalam ber sosmed, bahkan dapat menimbulkan konflik akibat terasumsi oleh berita media sosial yang terkadang bisa dikatakan hoaks. ataupun seperti contoh juga membuat konten joget yang berlebihan tanpa memperhatikan norma, membuat konten yang memberikan pengaruh negativ bagi penonton nya, bersikap kasar dalam kolom komentar atau dalam ber ucap saat berkonten (cyberbullying, hate speech). Lebih lebihnya mereka ter asumsi oleh berita yang disajikan, bahkan kabar cepat menyebarluas sehingga menyebabkan keresahan, konflik sosial, ataupun terpecahnya antar masyarakat.

Fenomena yang sering kita temui ini adalah salah satu minimnya kesadaran etika diruang digital. Misalnya, banyak pengguna yang mengunggah konten berlebihan di platform seperti TikTok hanya demi sensasi, tanpa mempertimbangkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. Tidak jarang pula konten yang seharusnya mendidik justru dipenuhi dengan hal-hal yang tidak pantas sehingga menimbulkan pengaruh buruk, khususnya bagi generasi muda yang masih mudah terpengaruh.

Selain itu, peredaran berita palsu (hoaks) di media sosial semakin marak. Tidak sedikit masyarakat yang langsung mempercayai dan menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu memverifikasi kebenarannya. Padahal, penyebaran hoaks dapat memicu kesalahpahaman, menimbulkan keresahan, bahkan konflik di tengah masyarakat.

Sebagai mahasiswa, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas sekaligus teladan bagi masyarakat. Mahasiswa harus mampu menyaring informasi dengan baik, memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif, serta tidak mudah terbawa arus oleh konten-konten negatif. Etika digital bukan hanya soal menjaga sikap di dunia maya, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakan media sosial untuk memberi manfaat, mengedukasi, dan mencetak generasi bangsa yang berkarakter Rahmatan lil ‘Alamin.

hal ini sangatlah penting diprhatikan, karena kita juga salah satu dari penerus bangsa yang harus memperhatikan banyaknya masyarakat yang minim literasi, jika bukan dari diri kita sendiri, lalu siapa lagi yang akan sadar akan pentingnya memiliki sikap moral dalam bersosial media, Oleh karena itu, mari bersama-sama menumbuhkan budaya bermedia sosial yang sehat, berhati-hati sebelum membagikan informasi, mengutamakan konten positif, dan selalu mengedepankan nilai moral dalam setiap interaksi digital. Dengan begitu, media sosial bukan lagi menjadi sumber masalah, melainkan sarana untuk menyebarkan kebaikan dan membangun bangsa, semoga UNUSA dapat mencetak mahasiswa unggul bagi masa depan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat amin yarobbal alamin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan kareem

Kemerdekaan indonesia dan sejarah tugu pahlawan surabaya

Resume PKKMB Day 2